Entah kenapa kalimat ini sangat-sangat menggelitik atau kata
orang Sunda mah ngeleketek dan mengganggu pikiran saya. Mungkin pernah
diantara kalian putus sama pacarnya gara-gara kalimat ini. "Yaudah klo
kamu ga bisa nerima aku, kita putus aja!" Huuu such a cliche love story. Sukur!
Emang enak bobogohan! (Emang enak pacaran)
And this is my opinion
Ga salah kok pake kata-kata "terima apa adanya" klo
di kondisi yang tepat. Misalkan terlanjur sayang sama cewek yang udah ga
virgin, pacaran ama orang (maaf) dengan keadaan lahir yang tidak sempurna.
Keadaan dimana kekurangan seseorang tidak dapat diperbaiki lagi.
Pasanganmu ga peka, pasanganmu terlalu dingin (mungkin dia
es batu bukan manusia), pasanganmu tukang bohong, pasanganmu suka ngupil di
depan umum, pasanganmu kentut dimana aja, dan itu bukan salah satu excuse di
kalimat “terima aku apa adanya”. Bisa dibenerin, diperbaiki, dibenahi, atau sama
aja?
Kita analogikan seperti ini :
Kamu dikasih mobil sedan lama dengan kondisi yang sangat
parah. Rem blong, spion bengkok, setir jajar genjang, jok arateul (bikin
gatel), ban kotak, dan gigi tinggal dua menclok di jendela hehehe. Walaupun itu
sedan bukan Land rover tetep kita terima apa adanya kan? Berjalannya waktu apa
ga mau kamu perbaiki satu-satu kekurangannya, ya at least biar enak dipake atau
bikin nyaman. Get it?
Siapa sih orang di dunia ini yang mau nerima sesuatu apa
adanya klo bisa dirubah jadi lebih baik? Eh ada ketang jelema belegug (orang
bego).
Hati-hati terkadang kalimat "terima apa adanya"
sering dijadiin excuse beberapa orang dengan pola pikir sempit dan tertutup
yang tidak mau maju dan menjadi lebih baik.
Sekali lagi ini cuma opini saya, maaf klo ada yang kasepet
ya kasep dan geulis (maaf klo ada yang kesindir ya tampan dan cantik). Hell
bloody yeah!!!
By : M. Rizki Ramadhan
*brbnyetelTulus #JanganCintaiAkuApaAdanya

